Posted on 02-02-2012
Filed Under (Uncategorized) by dikaka

Akhir-akhir ini sering orang membicarakan narkoba yang semakin gampang masuk ke Indonesia, narkoba itu sendiri adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khusunya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini baik Narkoba atau Napza, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat henddak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian diluar peruntukan dan dosis yang semesinya.

photoartHingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja hal ini dapat membuat orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah hawati.
Upaya pemberantasan narkoba pun sudah sering dilakukan, naun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari dari kalangan remja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. hingga saat ini upaya paling efektif untuk mencegahan penyalahgunaan narkoba pada anak-anak adalh pendidikan orang tua. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu  menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Semakin banyaknya narkoba yang masuk di Indonesia disebabkan oleh penegakan hukum yang kurang tegas untuk menindak para pengedar dan pengguna narkoba. Padahal dalam Undang-undang no.22 disebutkan juga bahwa “Mengekspor, mengimpor, menawarkan intuk dijual, menyalurkan, menjul, membeli, menyerahkan, menerima, menjadi perantara dalam jual beli dipidana dengan pidana mati atau hukumann seumur hidup. Sedangkan banyak bandar yang ditangkap sebelum Undang-undang ini dibuat hingga saat ini belum juga dihukum mati, inilah yang membuat pengedar dari luar maupun dalam negeri tidak juga kapok dalam urusan mengedar obat-obatan terlarang ini.

(0) Comments    Read More   
Posted on 30-07-2011
Filed Under (renungan) by dikaka

 

(0) Comments    Read More   
Posted on 30-07-2011
Filed Under (light of spirit) by dikaka
(0) Comments    Read More   
Posted on 30-07-2011
Filed Under (sahabat) by dikaka
 
  tak mudah untuk kita hadapi perbedaan yang berarti, tak mudah untuk kita lewati rintangan silih berganti
kau masih berdiri kita masih di sini tunjukkan pada dunia arti sahabat
kau teman sehati kita teman sejati hadapilan dunia genggam tanganku
tak mudah untuk kita sadari saling mendengarkan hati, tak mudah untuk kita pahami berbagi rasa di hati

kau adalah..
tempatku membagi kisahku
kau sempurna
jadi bagian hidupku
apapun kekuranganmu

(0) Comments    Read More   
Posted on 28-07-2011
Filed Under (tentangku) by dikaka

Anak laki-laki mana yang gak tahu sama yang namanya layang-layang begitu juga aku, tapi bedanya kalau merka bisa dengan mahir bermain layang-layang tapi aku tidak. Misalnya,  kalau mereka bisa menaikkan layang-layang dari lapangan atau sawah, justru aku harus menaiki bangunan yang lebih tinggi dulu dengan harapan bisa menaikkan layang-layang. Contoh lainnya ketika mereka mengadu layang-layangnya, dengan satu layang-layang saja mereka bisa mengalahkan layang-layang yang lain, berbeda dengan aku, aku seringkali kalah kalau layanganku diadu dengan layang-layang lain…….. :-)

(0) Comments    Read More   
Posted on 28-07-2011
Filed Under (Kampus) by dikaka
(1) Comment    Read More   
Posted on 28-07-2011
Filed Under (Asal-Usul) by dikaka
(0) Comments    Read More   
Posted on 28-07-2011
Filed Under (Kampus) by dikaka

 

Sejarah Singkat UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berdiri pada tahun 1964. merupakan salah satu amal usahaMuhammadiyah.  Pada waktu itu UMM baru membuka 3 fakultas, yaitu: HukumEkonomi dan FKIP (jurusan Pendidikan Agama Islam).  Selanjutnya, pada periode tahun 1968-1975,  UMM membuka lagi 2 fakultas, yaitu:FISIP dan Fak. Agama Islam.  Pada periode tahun 1975-1977, UMM kembali membuka 2 fakultas baru, yaitu:Pertanian dan Teknik.  Jumlah fakultas masih tetap sama hingga tahun 1983.  Baru pada periode tahun 1983-2000, beberapa fakultas baru dikbuka, yaitu: PsikologiPeternakan, Program D3 Keperawatan dan Kedokteran.  Tahun 2007 ini, UMM kembali membuka fakultas baru, yaitu: PS Farmasi yang merupakan bagian dari fakultas ilmu-ilmu kesehatan.  Pada tahun 2009, pimpinan UMM melakukan penggabungan Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan-Perikanan menjadi Fakultas Pertanian dan Peternakan agar sesuai dengan konsorsium Ilmu-ilmu Pertanian.

Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Jawa Timur, UMM kini mengelola lebih dari 18,000 mahasiswa aktif yang berasal dari hampir seluruh wilayah Indonesia dan bahkan dari luar negeri, seperti: Australia, Singapura, Malaysia, dan Timor Leste.  Walaupun UMM merupakan perguruan tinggi Islam, latar belakang agama mahasiswa bukan merupakan suatu kendala.  Oleh karena itu, mahaiswa UMM tidak hanya beragama Islam, namun ada yang HinduBudhaKristen , dan Katolik.

Untuk mendukung kegiatan perkuliahan, UMM selalu meningkatkan fasilitas, baik pengembangan gedung perkuliahan, laboratorium, sarana komputer dan fasilitas akses intranet dan internet dengan menggunakan fiber optic dan beberapa area hotspot.  Selain itu juga dikembangkan perpustakaan digital yang dilengkapi denganjurnal online, materi audio-visual, dan sumber informasi ilmiah lain yang tergabung dalan Indonesian Digital Library Network (IDLN).

Guna menunjang finansial, UMM mengembangkan beberaopa unit usaha sebagai profit center yang diharapkan dapat menyokong keuangan UMM tanpa membebani mahasiswa dengan dengan biaya kuliah yang tinggi.  Beberapa unit bisnis yang sudah berjalan antara lain: UMM PressBook StoreUMM DomeHotel University Inn, dan Bengkel sepeda motor.  Dalam jangka dekat akan segera dibangun Rumah Sakit Pendidikan (Teaching Hospital)Pom BensinRumah Susun Sederhana Sewa MahasiswaMall, dan lain-lain.

sumber: http://www.umm.ac.id

(0) Comments    Read More   
Posted on 28-07-2011
Filed Under (Asal-Usul) by dikaka

Sejarah singkat

Tahun 1671 – 1686 Pasuruan dibawah pemerintahan Bupati Onggo Djojo yang berasal dari keturunan Kyai Brondong, yang kemudian mendapatkan perlawanan dari Untung Suropati, sehingga melarikan diri ke Kota Surabaya.

Tahun 1686 – 1706 Pasuruan dibawah pemerintahan Djoko Untung Suropati dengan gelar Adipati Wironegoro. Tahun 1706 akhir kekuasaannya menghadapi perang melawan VOC di Baging dan beliau mengalami luka berat hingga meninggal, sampai saat ini makamnya tidak diketahui tempatnya, namun bias diketahui adanya petilasan berupa gua sebagai tempat persembunyiannya sewaktu dikejar tentara VOC di pedukuhan mancilan Desa Pohjentrek Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan.

Tahun 1706 – 1743 Putera Djoko Untung Suropati yang bernama Rahmat menggantikan kedudukan ayahnya dan meneruskan perjuangannya sampai gugur dalam pertempuran melawan VOC .

Tahun 1743
Darmoyudo IV bernama Wongso Negoro Niti Negoro sebagai pengganti Rahmat, sejak itu VOC dapat menguasai pantai utara pulau Jawa termasuk Pasuruan.
VOC menganggap Kota PAsuruan sebagai Kota Bandar karena keberadaan pelabuhannya untuk sarana transportasi perdagangan, akhirnya Belanda mengadakan kegiatan perekomonian dengan mendirikan pabrik gula disekitar Pasuruan.

Bukti lain menyebutkan bahwa sejarah Kota Pasuruan dianggap penting oleh Ahli Belanda dengan dibentuknya Staatgementee Van Pasuruan pada Juli 1916 dan ditetapkannya sebagai Pelabuhan Pasuruan sejak tahun 1926 stbl.1926 Nomor 521 dengan perubahan Stbl 1926 nomor 426.
Tanggal 14 Agustus 1950 menjadi daerah Otonom yang terdiri dari 19 Desa dalam 1 Kecamatan
Tanggal 21 Desember 1982 Kotamadya Pasuruan diperluas menjadi 3 Kecamatan dengan 19 Kelurahan dan 15 Desa.

Arti, Lambang, dan Moto Kota

kodyapas12-copy

Lambang

Bentuk perisai bulat telur, pita merah putih sebagai bingkai dari perisai Tugu Kota Pasuruan
Bintang segi lima atas tugu
Padi seutas dengan 17 butir disebelah kiri, kapas dengan jumlah bunga kapas 8 disebelah kanan.
Laut dan gunung sebagai latar belakang.
Pita putih dengan tulisan motto
“SURA DIRA SATYA PATI”

Tugu berdiri tegak ditengah perisai melukiskan sesuatu produk dari pada sejarah perjuangan fisik dimasa lampau yang telah dihasilkan secara gemilang, dan juga merupakan monument Kota Pasuruan yang terletak seolah olah diapit oleh Gunung Tengger dan selat Madura

Perisai Bulat Telur: Mempunyai makna melukiskan sifat – sifat ketahanan dari segenap potensi yang terdapat dalam Kota Pasuruan
Pita Merah Putih Menjiwai semangat ketahanan
Tugu berwarna kuning
Latar Belakang Gunung Melambangkan seolah olah kota Pasuruan diapit oleh Pegunungan Tengger dan selat Madura
Padi 17 butir & Kapas 8 Melukiskan kemakmuran dan kesejahteraan kota pasuruan, baik meliputi sandang pangan, unsure unur perkonomian yang lain maupun yang meliputi kemajuan dari pada pembangunan di segala bidang
Pita Putih dengan tulisan Sura Dira Satyapati Mempunyai arti Berani Teguh Hati dan Setya kepada pimpinan Negara dan Agama, perkataan Sura Pati juga melambangkan bahwa masyarakat Kota Pasuruan akan mengingat pahlawan Untung Soeropati
Dasar Hukum Peraturan Daerah Kota Pasuruan, Nomor 7/1971 yang ditetapkan pada tanggal 28 September 1971, dan diundangkan dalam lembaran Daerah Propinsi Jawa Timur tanggal 22 Juni 1972 Nomor : 27 / B

Pasuruan T I B A

TERTIB Melangkah dan menata diri denga tertib. Mengatur Kota Pasuruan dengan tertib hukum, administrasi, tertib masyarakat dan tertib segalanya
INDAH Menjalin hubungan komunikasi antara Pemerintah dengan masyarakat, hubungan antara aparatur pemerintah di daerah, hubungan antara ulama dan umaroh atau dengan pemerintah, hubugan antara umat beragama, hubungan antara suku dan keturunan seindah pemandangan taman bougenville di setiap halaman rumah dan pekarangan, indah bentuknya sehingga akan membuat betah hidup di Kota Pasuruan.
BERSIH Menjadikan Kota Pasuruan bersih dari kecerobohan, bersih dalam rumah dan pekarangan, bersih lingkungan RT dan RW dari kotoran sampah dan debu, bersih dari segala macam kotoran serta bersih segala – galanya, sehingga menjadikan Kota PAsuruan yang sehat dan dinamis.
Aman Tidak diganggu adanya pencurian dan kejahatan, tidak terganggu dengan lingkungan yang ramai, tidak merasakan risau dan was – was, tidak merasa was – was kalau anak – anak bersekolah dan merasa aman karena dilindungi hukum.

Sekilas Wilayah

Letak Geografis

Kota Pasuruan terletak antara 112045’ 112055’ Bujur Timur dan 70 35’ – 745’ Lintang Selatan, merupakan wilayah dataran rendah dengan ketinggian rata – rata 4 m diatas permukaan air laut dengan kondisi permukaan tanah agak miring ke Timur dan Utara antara 0 – 3%.

Sebelah Utara berbatasan denga Selat Madura, sebelah Timur berbatasan dengan Kecmatan Rejoso Kota Pasuruan, sedangkan sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Kraton dan sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Pohjentrek Kota Pasuruan.

Kota Pasuruan mempunyai luas wilayah Km2, yang terbagi menjadi 3 (tiga ) kecamatan dan 34 (tiga puluh empat ) kelurahan. Wilayah Kota Pasuruan dilalui 6 (enam) sungai besar dengan total panjang 26,50 Km.

 

Kec. Gading Rejo Luas Kec. Purworjo, terdiri Luas Kec. Bugul Kidul, teridiri Luas
1. Kel. Krapyakrejo 1,74 km2 1. Kel Pohjentrek 1,90 Km2 1. Kel. Sekargadung 1,51 Km2
2. Kel. Bukir 0,66 km2 2. Kel. wirogunan 0,61 Km2 2. Kel. Bakalan 1,78 Km2
3. Kel. Sebani 0,87 km2 3. Kel. Tembokrejo 1,03 Km2 3. Kel.Krampyangan 0,55 Km2
4. Kel. Gentong 0,69 km2 4. Kel. Purutrejo 1,15 Km2 4. Kel. Blandongan 3,97 Km2
5. Kel. Karanganyar 0,56 km2 5. Kel. Kebonagung 0,86 Km2 5. Kel.Kepel 2,54 Km2
6. Kel. Trajeng 1,13 km2 6. Kel. Purworejo 1,05 Km2 6. Kel.Bugul Kidul 0,95 Km2
7. Kel. Tambaan 0,36 km2 7. Kel. Kebonsari 0,80 Km2 7. Kel.Petamanan 0,42 Km2
8. Kel. Gadingrejo 1,33 km2 8. Kel. Bangilan 0,17 Km2 8. Kel.Pekuncen 0,80 Km2
9. Kel. Patahunan 0,97 km2 9. Kel. Mayangangan 0,28 Km2 9. Kel.Kandangsapi 0,46 Km2
10. Kel. Randusari 0,34 km2 10. Kel. Ngemplakrejo 0,54Km2 10. Kel.Bugul Lor 0,96 Km2
11. Kel. Karangketug 1,88 km2 11. Kel.Tapaan 1,15 Km2
12. Kel.Mandaranrejo 0,58 Km2
13. Kel.Panggungrejo 1,99 Km2



Read the rest of this entry »

(0) Comments    Read More